Kamis, 24 November 2016

Cara Mengubah Pengaturan BIOS Komputer

Metode 1 dari 3: Memasuki BIOS

  1. Jalankan proses booting pada komputer. Saat logo produsennya muncul, tekan tombol pengaturan yang telah ditentukan untuk memasuki BIOS. Tombolnya beragam untuk masing-masing produsen. Umumnya, tombol pengaturan adalah F2, F10, F12 dan Del. Tombol ini akan ditampilkan pada layar bersama dengan logo milik produsen.
     
  2. Tekan tombol pengaturan dengan cepat. Pada komputer yang baru, proses booting dapat berlangsung dengan sangat cepat. Setelah kamu mengetahui tombol pengaturan Anda, tekanlah dengan cepat saat komputer menjalankan proses booting. Ini akan memberi Anda kesempatan yang lebih besar untuk memasuki BIOS. Kemungkinan Anda harus mengulangi prosesnya beberapa kali jika Anda mengalami kesulitan dengan pengaturan waktunya.
    • Jika kamu menjalankan Windows 8 dan tidak dapat mengakses BIOS, lihatlah bagian Memasuki Opsi Booting Windows 8.

  3. Tunggu hingga BIOS dimuat. Setelah berhasil menekan tombol pengaturan, BIOS akan dimuat. Ini seharusnya hanya memakan waktu beberapa saat. Setelah pemuatan selesai, Anda akan dibawa ke menu pengaturan BIOS.

Metode 2 dari 3: Menyesuaikan Pengaturan

  1. Bernavigasi di dalam BIOS. Setiap produsen memiliki tata letak menu BIOS yang berbeda-beda, namun kebanyakan memiliki beberapa pengaturan yang sama. Ini termasuk pengaturan daya, pengaturan tanggal dan waktu, urutan proses booting dan banyak lainnya.
    • Menu BIOS tidak mendukung masukan tetikus. Anda harus mengarahkan menu-menunya dengan menggunakan keyboard Anda. Kebanyakan BIOS memungkinkan Anda untuk berpindah-pindah menu dengan menggunakan dengan tombol anak panah, sedangkan beberapa menggunakan tombol-tombol tertentu untuk menu tertentu atau tombol + dan – untuk navigasi.

  2. Ubah pengaturan Anda dengan hati-hati. Saat menyesuaikan pengaturan di dalam BIOSmu, pastikan bahwa Anda yakin apa yang akan dipengaruhi oleh pengaturan tersebut. Mengubah pengaturan secara tidak benar dapat berujung pada kegagalan sistem atau perangkat keras.
     
  3. Mengubah urutan proses booting. Jika kamu ingin mengubah dari perangkat mana proses booting akan dimulai, masuk ke menu Boot. Dari sini, kamu dapat menentukan dari perangkat mana komputer akan mencoba menjalankan proses booting pertamanya. Ini berguna untuk menjalankan proses booting dari sebuah cakram untuk memasang atau memperbaiki sebuah sistem operasi. 
     
  4. Membuat sebuah kata sandi BIOS. Anda dapat membuat sebuah kata sandi BIOS yang akan mengunci komputer dari menjalankan proses booting, kecuali kata sandi yang benar dimasukkan. 
     
  5. Mengubah tanggal dan waktu Anda. Jam BIOS milik Anda akan menentukan jam Windows Anda. Jika baterainya baru saja diganti, kemungkinan jam Anda akan diatur ulang. Anda dapat menyesuaikan pengaturan jam dari BIOS. 
     
  6. Mengubah kecepatan kipas dan voltase komputer. Opsi-opsi ini adalah hanya untuk para pengguna tingkat lanjut saja. Di dalam menu ini, Anda dapat mengoverclock CPU Anda, yang berpotensi menghasilkan kinerja yang lebih baik. Ini sebaiknya hanya dilakukan jika Anda mengenal perangkat keras komputer Anda. Lihatlah panduan untuk melakukan overclocking untuk informasi lebih lanjut. 
  7. Simpan dan keluar. Jika Anda telah selesai dengan penyesuaian pengaturan Anda, Anda harus menyimpannya dan keluar agar perubahan yang telah Anda lakukan dapat diterapkan. Setelah Anda menyimpan dan melakukan restart, komputer Anda akan melakukan booting ulang dengan pengaturan yang baru.

Metode 3 dari 3: Memasuki Opsi Booting Windows 8

  1. Memahami apa yang baru dengan proses booting Windows 8. Windows 8 seringkali melakukan proses booting terlalu cepat untuk dapat secara manual masuk ke menu BIOS melalui tombol pengaturan. Jika Anda menjalankan sebuah solid state drive, kemungkinan Anda hanya akan memiliki waktu sebanyak 0,2 detik untuk dapat berhasil menekan tombol pengaturan. Windows 8 memungkinkan Anda untuk masuk ke dalam menu Advanced Startup yang baru, yang menggantikan fungsi dari BIOS.
    • Cara ini hanya berfungsi jika Anda memiliki sebuah papan induk yang mendukung fitur UEFI. Ini adalah fitur yang baru saja dirilis, jadi komputer yang lebih lama, yang menjalankan Windows 8, harus masuk ke dalam BIOS dengan menggunakan cara manual yang lama.

  2. Buka Pengaturan Windows. Anda dapat melakukan ini dengan menekan tombol Windows + C untuk membuka bar samping. Klik tombol Settings di dalam bar samping. Setelah menu Settings terbuka, pilih tab General.
  3. Lakukan restart dengan Advanced startup. Di bawah bagian Advanced startup, di dalam pengaturan General, klik Restart Now. Ini akan menjalankan proses booting komputer ke dalam menu Advanced Startup.
    • Secara alternatif, Anda dapat menahan tombol Shift sambil mengklik tombol Restart di dalam menu Shut Down.
  4. Menyesuaikan pengaturan Anda. Untuk mengakses pengaturan BIOS, klik tombol Troubleshoot. Ini akan membuka menu “Advanced options”. Dari menu ini, Anda dapat menyesuaikan pengaturan BIOS Anda dengan mengklik UEFI Firmware Settings. Jika Anda tidak memiliki opsi ini, Anda tidak memiliki sebuah papan induk yang mendukung fitur UEFI.
  5. Ubah perangkat booting. Jika Anda ingin melakukan proses booting dari sebuah cakram atau dari drive lainnya, kembali ke menu Advanced Startup. Klik tombol “Use a device”. Ini akan memungkinkan Anda untuk memilih dari perangkat mana Anda ingin menjalankan proses booting, seperti dari drive DVD Anda atau dari sebuah flash drive.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar